Jendelaku Kini…
12 Jun 2012

Budaya Sehat Bersama Internet

Author: arsimurti | Filed under: Opini

sumber

Perkembangan yang pesat dalam berbagai bidang khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi memaksa kita untuk tejun ke dalamnya dan mulai beradaptasi dengan semua konsekwensi yang ada. Tentu tidak bisa dipungkiri ada pengaruh negatif yang ikut berkembang dalam mempengaruhi kehidupan, namun berbagai dampak positif juga bisa kita dapatkan dengan pengolahan yang tepat, efektif dan efisien.

Saat ini internet bukan lagi hal yang tabu untuk dijamah oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja maupun orang tua. Kebebasan dalam pemanfaatan teknologi sebesar-besarnya ikut andil dalam perkembangan internet. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan semua informasi yang disajikan secara bebas di layar monitor yang tersedia. Kemudahan dalam pengaksesan internet yang bisa diakses tidak hanya hanya dari komputer seperti laptop, hand phone, smart phone dan alat komunikasi yang mendukung untuk pengangksesan internet juga sangat berpengaruh dalam penyebaran informasi.

Untuk meminimalisir penyalah gunaan internet yang marak sekali beredar akhir-akhir ini pemerintah Indonesia mencanangkan program Internet sehat dan Aman (INSAN). Program nasionalĀ  ini dimotori oleh Tim Sosialisasi INSAN Kementerian Komunikasi dan Informatika yang ditujukan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman keberbagai kalangan, sehingga internet dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.

Maraknya kejahatan di dunia maya seperti penyebaran virus (termasuk adware, spyware, malware), berita bohong (hoax), kekerasan online, penipuan, pencurian data, penyebaran foto/video pribadi dan sebagainya merupakan bukti nyata bahwa pengguna internet harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya dan antisipasinya agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Demikian kata pengantar dari Ashwin Sasongko, Direktur Aplikasi Telematika, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada SeminarĀ  Internet Sehat dan Aman pada tanggal 7 Pebruari 2012 di Hotel Pullman, Jakarta.

Internet sehat adalah semua kegiatan berinternet yang positif tanpa ada niat/maksud atau bahkan implementasi penyalahgunaan seperti, browsing hal-hal yang melanggar ketentuan hukum agama, norma, adat dan akidah, melakukan aktivitas illegal yang merusak milik orang lain, melakukan penipuan dan lain sebagainya.

Internet yang sehat tentu sesuai dengan kaidah netiquette. Ada 10 aturan utama netiquette yang tertuang dalam buku karangan Viginia Shea yaitu :

Rule 1: Remember the Human

Rule 2: Adhere to the same standards of behavior online that you follow in real life

Rule 3: Know where you are in cyberspace

Rule 4: Respect other people’s time and bandwidth

Rule 5: Make yourself look good online

Rule 6: Share expert knowledge

Rule 7: Help keep flame wars under control

Rule 8: Respect other people’s privacy

Rule 9: Don’t abuse your power

Rule 10: Be forgiving of other people’s mistakes

Ini merupakan aturan-aturan dasar yang harus dipahami oleh setiap pengguna internet untuk dapat mewujudkan etika berinternet yang baik.

Akhir-akhir ini layanan internet yang tersedia secara langsung maupun tidak langsung telah berubah fungsi menjadi sarana perusak, baik iman, moral, kepemilikan dan sebagainya. Internet banyak dimanfaatkan oleh hal-hal negatif yang menjadi media untuk menjalankan aksi penipuan yang korbannya kehilangan harta bahkan kehilangan harga diri.

Penyalahgunaan jejaring sosial Facebook misalnya, sebenarnya merupakan sarana yang berfungsi untuk membangun komunikasi antar personal atu komunitas, menjalin komunikasi dengan relasi atau kerabat lama, membangun pertemanan yang dilakukan oleh satu user dan user lainnya yang kemudian dapat saling berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan dan lain-lain.Tetapi beberapa pengguna justru menyalahgunakan fungsi tersebutengan berbagai bentuk penipuan,traficcking, penculikan, prostitusi dan pemerkosaan.

Penyalahgunaan fungsi internet lainnya yang sangat perlu diberi perhatian yaitu maraknya situs-situs porno yang dapat merusak moral bahkan telah merambah kedunia anak. Situs-situs porno ini memang mendapat kecaman dari berbagai pemerhati bahkan pemerintah dibeberapa Negara. Akan tetapi kecaman-kecaman tersebut tidak didukung dengan tindakan nyata untuk mengatasinya seperti pemblokiran akses masuk atau bahkan jika perlu penyelidikan dan penindakan terhadap para penyedia.

Berbagai permasalahan diatas tentu membuat kita berpikir seribu kali bagaimana cara mewujudkan upaya untuk berinternet dengan sehat. Salah satu upaya yang paling penting dalam mewujudkannya adalah kesadaran diri untuk berpegang teguh pada akidah dan moral. Oleh karena itu betapa pentingnya agama bagi umat manusia di dunia ini. Namun tentu dengan peran berbagai pihak baik pemerintah, berbagai pihak penyedia layanan internet, maupun orang tua sangat membantu dalam upaya mewujudkan internet sehat. Dengan adanya sosialisasi berinternet secara sehat yang dicanangkan oleh pemerintah (pemerintah pusat, provinsi dan daerah), akademisi (sekolah, perguruan tinggi dan pengajar), komunitas (relawan TIK, Lembaga Sosial Masyarakat dan lainnya) juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakt tentang pemanfaatan sumber informasi yang baik.

Berikut adalah sepuluh tips berinternet sehat dan aman untuk remaja:

1. Pasang aplikasi pencegah konten yang tidak dikehendaki (anti virus, anti malware, anti spyware, anti spam, anti adware, dll) di komputer.

2.Jangan merespon e-mail dari pengirim yang tidak dikenal (spam) dan jangan membuka link yang diberikannya.

3. Batasi pemberian informasi yang bersifat pribadi (seperti alamat, nomor telepon, data orangtua, dll) melalui internet, baik di akun pribadi atau kepada teman chating.

4. Batasi pemasangan foto atau video pribadi di internet, pastikan foto atau video yang dipasang tidak akan merugikan diri sendiri atau orang lain.

5. Segala sesuatu yang bersifat pribadi lebih baik tidak dipublikasikan di halaman yang bisa di akses umum. Beri porsi komentar yang sewajarnya. Ingat pada siapa kita berkomentar, pada teman, guru, dosen atau orangtua.

6. Jangan terpancing untuk menambah teman sebanyak-banyaknya, di situs pertemanan, dengan cepat dan tidak melakukan penyaringan.

7. Tidak semua informasi yang beredar di internet adalah benar. Lakukan pengecekan ulang dan kenali sumber informasi tersebut.

8. Kenali pengguna yang berpotensi melakukan tindakan asusila, putuskan kontak dengan segera.

9. Jika akan bertemu dengan teman chat, selalu memilih lokasi di tempat umum, mengajak teman, serta menginformasikan rencana tersebut pada orang rumah.

10. jangan mengakses konten ilegal, seperti pornografi, perjudian, rasisme, pelecehan SARA, dll.

referensi:

http://www.ristek.go.id

http://insan.or.id

http://vizology.blogspot.com

http://www.albion.com


Facebook comments

Leave a Reply