Jendelaku Kini…
16 Apr 2012

Social Network dan Mahasiswa

Author: arsimurti | Filed under: Opini

http://blog.codingwear.com/gambar/pengaruh-globalisasi.jpg

Globalisasi merupakan keterkaitan seluruh bangsa di dunia, baik melalui perdagangan, teknologi, politik, budaya sehingga tidak ada lagi batas-batas suatu negara. Karena tidak ada batas lagi antar negara, sehingga arus informasi dan teknologi bisa masuk dengan mudah. Hal ini bisa tercipta karena adanya teknologi canggih seperti internet, radio, televisi, telepon. Semakin banyak penduduk dunia menggunakan teknologi tersebut semakin banyak informasi yang dapat kita terima atau berikan.

Era globalisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh bangsa dan Negara manapun di dunia ini. Kondisi ini membuat setiap Negara berusaha keras ber inovasi di berbagai bidang untuk tetap menjaga agar tidak tergerus dalam perubahan tersebut. Perubahan mendasar terjadi pada keterbukaan arus informasi khususnya teknologi informasi yang didalamnya mencakup teknologi internet yang saat ini menjadi salah satu kebutuhan pokok hampir 27.1 % atau sekitar 1,832,779,793 penduduk dunia dan hampir 8.7 % atau sekitar 20,000,000 penduduk Indonesia pada tahun 2009. Kondisi ini yang menjadikan internet atau lebih familiar dengan sebutan dunia maya menjadi sebuah matra atau dimensi baru yang harus dijelajahi, dikuasai dan dipertahankan setelah darat, laut, udara dan angkasa luar.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Masyarakat Khususnya Mahasiswa

Dengan adanya globalisasi, sebagai seorang mahasiswa mau tidak mau dituntut untuk selalu mengembangkan potensi yang dimiliki dan untuk mengembangkan potensi yang ada tentu harus mengikuti segala perkembangan zaman. Dalam dunia mahasiswa internet bukanlah hal yang asing lagi, bahkan sistem pendidikan di universitas pun merambah dunia ini. Perkembangan dunia maya yang pesat dengan munculnya berbagai situ jejaring social juga mempengaruhi kehidupan mahasiswa.

Kemunculan Facebook (FB) dan Twitter sebagai media jejaring sosial pun disadari penuh oleh kawula muda, khususnya mahasiswa untuk kemudian dimanfaatkan sebagai media untuk saling bertukar informasi tentang apapun, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan organisasinya. Kemudahan, kecepatan, dan efektivitas penyebaran informasi melalui media ini menjadi alasan utama mengapa hampir seluruh organisasi mahasiswa di kampus  memilih jejaring sosial sebagai media penyebaran informasi.

Efektivitas Penyampaian Informasi

Sifatnya yang worldwide menjadi keunggulan media jejaring sosial dalam penyebaran informasi. Dengan posting di akun FB atau Twitter, seluruh anggota organisasi yang memiliki akun serupa akan dapat mengakses informasi tersebut. Misalkan posting informasi rapat rutin, agenda pertemuan, maupun kegiatan non rutin seperti jalan-jalan bareng Ormawa dikampus umumnya memiliki group FB dan akun Official Twitter yang dikelola oleh pengurus organisasi. Namun yang perlu ditekankan adalah efektivitas penyampaian informasi melalui media jejaring sosial hanya akan terasa pada anggota organisasi yang rutin melakukan akses ke akun tersebut.

Media Diskusi

Group FB bisa menjadi wadah untuk melakukan diskusi antarpengurus organisasi. Perlu diketahui, sifat group di FB bisa disetting untuk bersifat Open maupun Close. Umumnya group bersifat close digunakan bagi pengurus sebagai media untuk berdiskusi mengenai kegiatan maupun evaluasi terkait organisasi mereka. Dengan media diskusi virtual seperti ini maka akan tercipta efisiensi waktu. Pengurus tidak perlu melakukan tatap muka jika terjadi hal-hal yang sifatnya urgent atau mendadak yang mengharuskan mereka melakukan rapat. Mereka dapat membahas hal tersebut hanya dengan akses ke group dan diskusi pun bisa terlaksana.

Sarana Interaksi Antaranggota Organisasi

Tak dapat dipungkiri, keberadaan FB dan Twitter dapat membuat anggota organisasi saling mengenal satu sama lain. Apalagi jika mereka berbeda jurusan atau lokasi kampus, seperti IM Telkom yang saat ini masih terpisah Gerlong – Dakol. Dengan join di group FB atau follow official Twitter organisasi yang bersangkutan, maka anggota organisasi dapat mengetahui siapa-siapa saja anggota lain melalui member di group FB maupun follower Twitter. Interaksi melalui media jejaring sosial memungkinkan mereka untuk saling mengenal dan akrab walaupun jarang bertatap muka karena terpisah jarak.

Pendekatan Personal kepada Anggota Baru

Bagi organisasi, regenerasi adalah hal penting. Setiap ada mahasiswa baru di kampus, setiap itu pula ormawa berkesempatan untuk mendapatkan anggota. Umumnya anggota baru masih enggan untuk bertanya secara langsung kepada seniornya, entah karena alasan segan atau merasa belum akrab. Solusi dari hal tersebut tersedia dengan adanya media jejaring sosial. Misalnya, melalui akun Twitter ormawa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan anggota baru terkait organisasi maupun hal akademis. Para senior pun dapat berinteraksi dengan juniornya sehingga perlahan akan tercipta emotional bounding di antara mereka yang berdampak positif bagi kelangsungan ormawa.

Dengan beberapa peranan jejaring sosial di atas, maka tak perlu heran jika komunikasi via jejaring sosial lebih gencar dilakukan akhir-akhir ini. Semua orang memerlukan informasi dan sebagai mahasiswa di kampus dengan core “telecommunication” , pemanfaatan teknologi ICT seharusnya mampu kita tingkatkan untuk efektivitas kegiatan dan efisiensi waktu.


Social Network yang Membudaya Dikalangan Mahasiswa

Siapa yang tak kenal facebook dan twitter, merupakan jejaring sosial, di mana tumbuh masyarakat-masyarakat dunia maya. Mereka, termasuk kita bisa berinteraksi sosial tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang dimaksud. Dikalangan mahasiswa khususnya mahasiswa UGM juga mengikuti perkembangan dunia maya ini.Fecebook (FB) dan twitter merupakan makanan sehari-hari mahasiswa.

(gambar-mahasiswa UGM yang dituntut berteman dengan dunia maya dalam mengerjakan tugas)

Bahkan menurut cuplikan artikel yang saya ambil dari yahoo, jejaring sosial sudah menjadi candu tersendiri.

“Ghiboo.com – Melawan keinginan untuk tidak memeriksa situs jejaring sosial agar lebih update ternyata lebih sulit daripada menolak minum minuman beralkohol dan merokok, demikian hasil penelitian terbaru.

Temuan ini didasari pada survei yang dilakukan oleh peneliti dari University of Chicago Booth School of Business di Amerika terhadap 250 orang. Peneliti memberi peserta sebuah software untuk memasukkan 8.000 laporan tentang keinginan sehari-hari para peserta.

Peneliti menemukan tidur dan seks adalah dua hal yang paling diinginkan setiap orang sepanjang hari. Namun, hasil penelitian yang akan dipublikasikan dalam Psychological Science Journal ini menunjukkan hampir sebagian besar partisipan mengungkapkan mengecek situs jejaring sosial merupakan hal yang paling sulit untuk ditolak.

Sebagai perbandingan, peneliti menemukan keinginan akan minuman alkohol dan rokok jauh lebih rendah dibandingkan mengecek Twitter dan Facebook. Padahal keduanya merupakan jenis kecanduan yang paling populer.

Penelitian yang dipimpin oleh Wilhelm Hofmann ini mengatakan tuntutan kehidupan modern membuat banyak orang sulit untuk mengontrol diri.

Semakin partisipan menahan diri untuk tidak memeriksa timeline atau menulis status update di jejaring sosial, maka akan semakin memperbesar keinginan mereka untuk mengaksesnya.

“Seiring berjalannya waktu, keinginan dan kontrol diri seseorang menjadi rendah, sehingga upaya untuk menahan godaan agar tidak membuka situs jejaring sosial lebih mungkin gagal,” ungkap Hoffmann, seperti dilansir melalui Telegraph, Kamis (2/2)”.

Nettique

Tahukah kamu bahwa di dunia internet ini juga dikenal etika dalam berinternet? Ya, nettiquette merupakan gabungan kata network dan etiquette, ini merupakan kode sosial pada komunikasi jaringan. Netiquette juga bisa diartikan sebagai kode sosial dan moral dalam berinternet yang didasari oleh kondisi manusia dan Golden Rule of Netiquette. Arti dari netiquette yang lain yaitu filosofi mengenai komunikasi internet efektif yang berisi norma-norma sebagai petunjuk mengenai standar dalam berinternet.

Tetapi di dalam berinternet Netiquette merupakan sesuatu yang penting dan mahasiswa harus tahu. Karena di dalam social network di dalamnya terdapat data yang kita bagi, kepada siapa, dan bagaimana kita membagi data tersebut. Data-data tersbeut mencakup teks, suara, grafik, dan video. Sebaiknya, kita membagi data-data penting yang kita miliki kepada orang yang memiliki sikap yang baik. Menjauh dari orang yang tidak memiliki etika dalam berinternet itu oenting untuk mencegah kita dari kekerasan dalam berinternet.

Peraturan umum dalam berinternet (netiquette) yang penting untuk kita ketahui yaitu:

  1. Spell check. Pastikan bahwa kata-kata yang kamu tulis sudah benar dan sudah kamu baca ulang. Karena penulisan yang salah dapat menurunkan kredibilitas dari pesan yang disampaikan.
  2. Jangan menulis semua kalimat dengan huruf kapital. Hal ini dapat menyebabkan orang menganggap kamu bicara sembari berteriak.
  3. Jujur! Kejujuran memberikan pengalaman yang baik.
  4. Jadilah dirimu sendiri. Lakukan hal yang akan kamu lakukan di dunia nyata.
  5. Jangan mudah terbakar atau merespon pada sumber pertengkaran.
  6. Jangan menyampah (spamming) karena dapat menyebabkan munculnya virus.
  7. Jadilah konserfatif dalam email yang kamu kirim dan liberal dalam email yang kamu terima.
  8. Sebaiknya tidak mengirim email di malam hari. Tidak semua orang masih bangun di waktu malam.
  9. Kunjungi situs dengan Transport Layer Security (TSL) dan Secure Socket Layer (SSL).
  10. Bijaksanalah dalam membagi informasi secara online demi kepentingan privasi pribadi dan pekerjaan.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi anda dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dan tentunya diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menggunakan internet khususnya jejaring sosial.

referensi :

http://networketiquette.net/

http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/06/05/indonesia-tak-siap-perang-cyber/

http://blog.codingwear.com/bacaan-51-Pengaruh-Globalisasi-Terhadap-Bangsa-dan-Negara-Indonesia.html

http://howthehellshouldiknow-wallyworld.blogspot.com


Tags:

Facebook comments

Leave a Reply