Jendelaku Kini…
18 Jan 2013

Pelayanan Prima Dalam Konteks Pelayanan Publik

Author: arsimurti | Filed under: Opini

A. Pelayanan Prima Dalam Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pusat / daerah, BUMN / BUMD dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Keputusan Menpan No. 81/1993). Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, maka diperlukan bentuk pelayanan prima.

Pelayanan prima atau “excellence service” adalah suatu sikap atau cara karyawan dalam melayani pelanggan secara memuaskan (Elthainammy, 1990). Pelayanan prima merupakan suatu pelayanan terbaik, melebihi, melampaui, mengungguli pelayanan yang diberikan pihak lain atau daripada pelayanan waktu yang lalu. Secara sederhana, pelayanan prima (excellent service) adalah suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, pelayanan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas. Pelayanan yang memenuhi standar kualitas adalah suatu pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan/masyarakat.

Dalam pelayanan prima terdapat dua elemen yang saling berkaitan, yaitu pelayanan dan kualitas. Kedua elemen tersebut sangat penting untuk diperhatikan oleh tenaga pelayanan (penjual, pedagang, pelayan, atau salesman). Konsep pelayanan prima dapat diterapkan pada berbagai organisasi, instansi, pemerintah, ataupun perusahaan bisnis.

Perlu diketahui bahwa kemajuan yang dicapai oleh suatu negara tercermin dari standar pelayanan yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya. Negara-negara yang tergolong miskin pada umumnya kualitas pelayanan yang diberikan di bawah standar minimal. Pada negara-negara berkembang kualitas pelayanan telah memenuhi standar minimal. Sedangkan di negara-negara maju kualitas pelayanan terhadap rakyatnya di atas standar minimal.

Peningkatan kualitas untuk meningkatkan pelayanan yang ada ditekankan pada aspek berikut :

  1. Struktural. Perbaikan struktural organisasi atau perusahaan harus dilakukan dari tingkat top manajemen hingga lower manajemen.
  2. Operasional. Suatu perusahaan penjualan akan dapat mewujudkan kebutuhan pelanggan apabila peningkatan operasional dilaksanakan artinya secara langsung kualitas pelayanan juga dilaksanakan.
  3. Visi. Suatu organisasi atau perusahaan harus mengetahui arah organisasi dengan cara mengidentifikasitentang apa yang harus dilakukan siapa yang akan melaksanakan.
  4. Strategi pelayanan. Merupakan cara yang ditentukan perusahaan dalam meningkatkan pelayanan sehingga visi dapat terwujud, Strategi pelayanan tersebut harus memperhatikan: perilaku pelanggan, harapan pelanggan, image pelanggan, loyalitas pelanggan, dan alternatif-alternatif pelanggan.

Vincent Gespersz menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pelayanan meliputi dimensi-dimensi sebagai berikut:

  1. Ketepatan waktu pelayanan berkaitan dengan waktu tunggu dan proses.
  2. Kualitas pelayanan berkaitan dengan akurasi atau kepetatan pelayanan.
  3. Kualitas pelayanan berkaitan dengan kesopanan dan keramahan pelaku bisnis.
  4. Kualitas pelayanan berkaitan dengan tanggung jawab dalam penanganan keluhan pelanggan.
  5. Kualitas pelayanan berkaitan dengan sedikit banyaknya petugas yang melayani serta fasilitas pendukung lainnya.
  6. Kualitas pelayanan berkaitan dengan lokasi, ruangan tempat pelayanan, tempat parkir, ketersediaan informasi, dan petunujuk/panduan lainnya.
  7. Kualitas pelayanan berhubungan dengan kondisi lingkungan, kebersihan, ruang tunggu, fasilitas musik, AC, alat komunikasi, dan lainlain.

Pada dasarnya pelayanan prima mengandung tiga aspek, yakni (1) kemampuan yang professional, (2) kemampuan yang teguh, (3) sikap yang ikhlas, tulus, senang membantu, menyelesaikan kepentingan, keluhan, memuaskan kebutuhan pelanggan dengan memberikan pelayanan yang terbaik.

Salah satu cara dalam menciptakan dan mempertahankan hubungan yang baik dan harmonis dengan para kolega dan pelanggan adalah dengan melakukan konsep pelayanan prima berdasarkan A3 (attitude, attention, dan action). Pelayanan prima berdasarkan konsep A3, artinya pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dengan menggunakan pendekatan sikap (attitude), perhatian (attention), dan tindakan (action).

Konsep Dasar Pelayanan Prima Ada tiga konsep dasar (A3) yang harus diperhatikan dalam mewujudkan pelayanan prima, yakni:

1. Konsep sikap (attitude)

Keberhasilan bisnis industri jasa pelayanan akan sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya. Baik secara langsung atau tidak langsung citra perusahaan akan tergambar melalui bentuk pelayanan yang kita sajikan. Pelanggan akan menilai perusahaan dari kesan pertama dalam berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut.

2. Konsep perhatian (attention)

Dalam melakukan kegiatan layanan, seorang petugas pada perusahaan industri jasa pelayanan harus senantiasa memperhatikan dan mencermati keinginan pelanggan. Apabila pelanggan sudah menunjukkan minat untuk membeli suatu barang/jasa yang kita tawarkan, segera saja layani pelanggan tersebut dan tawarkan bantuan, sehingga pelanggan merasa puas dan terpenuhi keinginannya. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan menyangkut bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep perhatian adalah sebagai berikut: 1) Mengucapkan salam pembuka pembicaraan. 2) Menanyakan apa saja keinginan pelanggan. 3) Mendengarkan dan memahami keinginanpelanggan. 4) Melayani pelanggan dengan cepat, tepat dan ramah. 5) Menempatkan kepentingan pelanggan pada kepentingan utama.

3. Konsep tindakan (action)

Pada konsep perhatian, pelanggan “menunjukkan minat” untuk membeli produk yang kita tawarkan. Pada konsep tindakan pelanggan sudah ”menjatuhkan pilihan” untuk membeli produk yang diinginkannya. Terciptanya proses komunikasi pada konsep tindakan ini merupakan tanggapan terhadap pelanggan yang telah menjatuhkan pilihannya sehingga terjadilah transaksi jual-beli. Bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep tindakan adalah sebagai berikut:

1)      Segera mencatat pesanan pelanggan.

2)      Menegaskan kembali kebutuhan/pesanan pelanggan.

3)      Menyelesaikan transaksi pembayaran pesanan pelanggan.

4)      Mengucapkan terima kasih diiringi harapan pelanggan akan kembali lagi.

Banyak ahli manajemen yang mengkaji pentingnya pelayanan prima terhadap pelanggan seperti Deming, Stephen Usela, Collier, Vincent Gaspersz, Fandy Tjiptono, dan lain-lain. Mereka telah mengembangkan berbagai konsep tentang pelayanan prima, seperti konsep VINCENT, Siklus Deming, TQS (Total Quality Service), TQM (Total Quality Management), dan lain-lain.

Vincent Gasperasz mengembangkan suatu konsep manajemen perbaikan mutu yang disebut VINCENT. Konsep ini terdiri tujuh strategi perbaikan kualitas pelayanan. Ketujuh konsep tersebut, yaitu:

  1. Visionary transformation (transformasi visi)
  2. Infrastructure (kebutuhan akan sarana prasarana)
  3. Need for improvement (kebutuhan untuk perbaikan)
  4. Costumer focus (focus pada pelanggan)
  5. Empowerment (pemberdayaan potensi)
  6. New views of quality (pandangan baru tentang mutu)
  7. Top management (komitmen manajemen puncak)

Dr. W. Edwards Deming, seorang ahli manajemen yang dijuluki Bapak TQM, mengembangkan konsep Siklus Deming, atau disebut juga Siklus PDSA (Plan, Do, Study and Act). Konsep Siklus Deming tentang peningkatan mutu pelayanan dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini.

1. Tahap Plan (Perencanaan)

Rencana perbaikan kualitas pelayanan mencakup (empat) langkah, yaitu:

–        Identifikasi peluang perbaikan

–        Dokumentasi proses yang ada pada saat ini

–        Menciptakan visi proses yang perlu perbaikan

–        Menentukan jangkauan usaha perbaikan

2. Tahap Do (Pelaksanaan)

Rencana yang telah disusun dilaksanakan secara nyata, bertahap dan berkesinambungan.

3. Tahap Study (Pemeriksaan)

Hasil pelaksanaan program kemudian dievaluasi, diperiksa, dicatat, untuk dijadikan dasar penyesuaian dan perbaikan.

4. Tahap Act (Pemeriksaan)

Penyesuaian dan perbaikan dilaksanakan berdasarkan hasil penelitian. Langkah selanjutnya adalah mengulangi siklus rencana perbaikan berikutnya.

Stamatis mengembangkan konsep Total Quality Service (TQS) sebagai sistem manajemen strategi dan integratif yang melibatkan semua unsur manajer dan pegawai / karyawan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk memperbaiki proses-proses pelayanan agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Menurut Stamatis ada tiga dimensi pokok yang berkaitan dengan TQS, yaitu strategi, system, dan SDM. Ketiga hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

– Strategi adalah dimensi penggunaan pendekatan dan metode yang dianggap paling efektif dalam mencapai tujuan organisasi dalam meningkatkan mutu pelayanan.

– Sistem adalah prosedur atau tata cara yang dirancang untuk mendorong dalam meningkatkan mutu pelayanan.

– Sumber daya manusia (SDM) adalah tenaga kerja, pegawai atau karyawan yang memiliki kapasitas responsip terhadap peningkatan mutu pelayanan.

Terdapat strategi dalam mengembangkan pelayanan prima yang meliputi:

1. Penyusunan Standart Pelayanan

Suatu tolok ukur yang dipergunakan untuk acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai komitment atau janji dari pihak penyedia pelayanan kepada pelanggan untuk memberikan pelayanan yang berkwalitas (LAN :2003). Merupakan ukuran yang dibakukan dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang wajib ditaati oleh pemberi atau penerima pelayanan (KepMen PAN 63/2003)

2. Penyusunan SOP

Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instasi pemerintah berdasarkan indikator indikator teknis, administrasif dan procedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. Tujuan SOP adalah menciptakan komitment mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan untuk mewujudkan good governance.

3. Pengukuran Kinerja Pelayanan

Pengukuran kinerja merupakan sarana manajemen untuk memperbaiki pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Sistem pengukuran kinerja harus dapat memperhitungkan hasil-hasil kegiatan pencapaian program dibandingkan dengan maksud yang diharapkan untuk itu.

Penilaian terhadap kinerja dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan suatu organisasi dalam kurun waktu tertentu. Penilaian tersebut dapat juga dijadikan input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja organisasi selanjutnya. Dalam institusi pemerintah khususnya, penilaian kinerja sangat berguna untuk menilai kuantitas, kualitas, dan efisiensi pelayanan, memotivasi para birokrat pelaksana, melakukan penyesuaian anggaran, mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat yang dilayani dan menuntun perbaikan dalam pelayanan publik.

4. Pengelolaan Pengaduan

Hal ini dimaksudkan agar adanya parisipasi dari pelanggan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan masukan atau informasi. Dalam rangka menyelesaikan pengaduan masyarakat, pimpinan unit organisasi penyelenggara pelayanan publik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menyusun prioritas dalam penyelesaian pengaduan.
  2. Penentuan pejabat yang menyelesaikan pengaduan.
  3. Menetapkan prosedur penyelesaian pengaduan.
  4. Membuat rekomendasi penyelesaian pengaduan.
  5. Pemantauan dan evaluai penyelesaian pengaduan kepada pimpinan.
  6. Pelaporan proses dan hasil pengaduan kepada pimpinan.

B. Kepuasan Pelanggan

Pelayanan tidak bisa dipisahkan dengan kepuasan pelanggan. Sebab tujuan utama dari pelayanan prima adalah untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Tentang pengertian kepuasan terdapat banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah seperti berikut ini.

1. Menurut Engel

Kepuasan pelanggan adalah evaluasi purna beli terhadap terhadap alternatif produk yang dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidak puasan timbul jika hasil (outcome) tidak sesuai dengan harapan.

2. Day (dalam Tse dan wilton, 1998) menyatakan kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidakpuasan (diskonfirmasi) yang dirasakan antara harapan sebelumnya (norma kinerja lainnya) dan kinerja actual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya.

Implementasi kepuasan tersebut pada:

  • Kepuasan kinerja seorang pekerja tercermin dalam perasaan seseorang terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapinya dalam lingkungan kerja.
  • Keputusan yang menerima pelanggan ditentukan tingkat kesesuaian jasa yang dirasakan dengan standar yang ditentukan (disepakati).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang pelanggan akan terpuaskan jika apa yang diharapkan terpenuhi. Dalam pelayanan prima bukan hanya pelanggan yang dapat merasakan kepuasan, tetapi juga semua pihak yang terkait dengan organisasi atau stakeholder meliputi pegawai, pendiri organisasi (pemegang saham dalam organisasi bisnis), dan konsumen (masyarakat). Tujuan akhir pekerja adalah kepuasan. Kepuasan pegawai diperoleh melalui prestasi kerja (Herzberg).

Untuk mewujudkan dan mempertahankan kepuasan pelanggan, perusahaan bisnis perlu melakukan beberapa tindakan berikut ini.

  • Mengidentifikasi harapan dan kebutuhan para pelanggannya.
  • Memenuhi harapan dan kebutuhan para kolega dan pelanggan terhadap kualitas produk barang atau jasa.
  • Mempelajari dan menguasai prinsip-prinsip pelayanan prima.
  • Memahami teknik pengukuran umpan balik tentang kepuasan.

Referensi :

Dwijowijoto, Riant Nugroho. 2003. Kebijakan Publik Formulasi, Implementasi dan Evaluasi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Tjiptono, F. dan Diana,A. 1998. Total Quality Management. Yogyakarta: Andi Offset.

Wiryatmi, Endang. “Filofofi, Strategi dan Teknik Pelayanan Prima di Sektor Publik” ceramah tentang Manajeme n Pelayanan Prima di Lembaga Administrasi Negara, 8-9 Agustus 2001.

Macaulay, Steve & Cook, Sarah, 1993. How to Improve Your Customer Service (Eds. Indonesia, 1997). Kiat Meningkatkan Pelayanan bagi Pelanggan. Jakarta: Gramedia.

Prasetyorini, Retno. 2003. “Pelayanan Prima” Bahan Ajar SMK Kelompok Bisnis dan Manajemen. Guruvalah Inc.

18 Jan 2013

Magelang

Author: arsimurti | Filed under: Sejarah

Sejarah Magelang

Untuk menelusuri kembali sejarah Kota Magelang, sumber prasasti yang digunakan adalah Prasasti Poh, Prasasti Gilikan dan Prasasti Mantyasih. Ketiganya merupakan parsasti yang ditulis diatas lempengan tembaga.
Prasasti Poh dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M), dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh,sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.
Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907. Dalam Prasasti ini disebut pula Desa Mantyasih yang ditetapkan oleh Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung sebagai Desa Perdikan atau daerah bebas pajak yang dipimpin oleh pejabat patih. Juga disebut-sebut Gunung Susundara dan Wukir Sumbing yang kini dikenal dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Setelah melalui masa jaya sekitar dua abad, wilayah Mantyasih menghilang akibat letusan gunung berapi, berbarengan juga dengan hilangnya wilayah Kedu dan Mataram Hindhu dari panggung sejarah. Nama Kedu baru muncul lagi setelah terbentuknya pusat kekuasaan baru, yaitu Mataram di Yogyakarta sebagai wilayah nagaragung (kerajaan). Kedu berkembang sebagai daerah hinterland Mataram dan menjadi gudang bahan pangan bagi kerajaan itu.
Magelang pada waktu itu merupakan daerah perkebunan raja, atau kebon dalem, milik Sri Sunan Pakubuwono. Ini dibuktikan dengan adanya artefak yang sampai saat ini masih ada berupa kawasan dengan nama yang khas, berkaitan dengan buah dan sayuran hasil kebun. Kawasan itu terletak sepanjang kampung Potrobangsan sampai kampung Bayeman yang merupakan deretan kebun, antara lain kebun kopi (Botton Koppen), kebun pala (Kebonpolo), kebun kemiri (Kemirikerep), kebun jambu (Jambon) dan kebun bayem (Bayeman). Dari beberapa data di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kota lama menurut versi “kerajaan” pada awalnya adalah daerah Mantyasih, yang kemudian berkembang ke arah Timur dengan batas wilayahnya di sekitar Bayeman sampai Potrobangsan dengan pusat di kelurahan yang saat itu disebut Kebondalem.

Prasasti Poh

Prasasti Poh (905 M) terletak di Kampung Poh (sekarang Dumpoh). Timbul Haryono,1994 dalam disertasinya banyak menceritakan tentang Prasasti Poh. Menyebutkan tentang adanya daerah perdikan di daerah Poh daerah untuk persembahan. Isi Prasasti Poh antara lain (….. wanua poh muang anak wanua i rumasan, ring nyu kapua watak kiniwang….. poh 827 C) yang artinya wanua poh mempunyai anak wanua rumasan dan Nyu, semuanya termasuk lungguh anak pamgat kiniwang artinya desa poh, dusun rumasan dan dusun nyu semuanya termasuk lungguh kinawang. Prasasti ini juga menceritakan para tetua di desa Poh, di Rumasan, di Nyu yang mempersembahakan pasak-pasak kepada Sri Maharaja berupa kain jenis jaro 1 yugala dan mas pageh 5 suwarna. Prasasti Poh (905 M) menyebutkan sekelompok seniman yang ikut hadir pada upacara penetapan sima di Poh mendapat pasek-pasek. Mereka adalah pemain musik (penabuh) dan penari.

Prasasti Mantyasih

Prasasti Mantyasih, 907 M, menceritakan bahwa Kota Magelang mengawali sejarah sebagai desa perdikan “Mantyasih” yang berarti beriman dalam cinta kasih dan di tempat itu terdapat lumpang batu yang diyakini masyarakat sebagai tempat upacara penetapan Sima atau perdikan (Dinas Pariwisata Magelang, 2000).
Petilasan Prasasti Mantyasih beradi di kampong Meteseh Kidul, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Berawal dari sebuah desa perdikan “Mantyasih” yang mengandung arti beriman dalam cinta kasih.
Penetapan desa Mantyasih tertulis pada Prasasti Mantyasih tanggal 11 April 907 M oleh Raja Dyah Balitung yang kemudian menjadi dasar penetapan hari jadi Magelang. Desa tersebut berada di sebelah barat Kota Magelang dan sekarang disebut dengan nama Meteseh.

12 Jun 2012

Budaya Sehat Bersama Internet

Author: arsimurti | Filed under: Opini

sumber

Perkembangan yang pesat dalam berbagai bidang khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi memaksa kita untuk tejun ke dalamnya dan mulai beradaptasi dengan semua konsekwensi yang ada. Tentu tidak bisa dipungkiri ada pengaruh negatif yang ikut berkembang dalam mempengaruhi kehidupan, namun berbagai dampak positif juga bisa kita dapatkan dengan pengolahan yang tepat, efektif dan efisien.

Saat ini internet bukan lagi hal yang tabu untuk dijamah oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja maupun orang tua. Kebebasan dalam pemanfaatan teknologi sebesar-besarnya ikut andil dalam perkembangan internet. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan semua informasi yang disajikan secara bebas di layar monitor yang tersedia. Kemudahan dalam pengaksesan internet yang bisa diakses tidak hanya hanya dari komputer seperti laptop, hand phone, smart phone dan alat komunikasi yang mendukung untuk pengangksesan internet juga sangat berpengaruh dalam penyebaran informasi.

Untuk meminimalisir penyalah gunaan internet yang marak sekali beredar akhir-akhir ini pemerintah Indonesia mencanangkan program Internet sehat dan Aman (INSAN). Program nasional  ini dimotori oleh Tim Sosialisasi INSAN Kementerian Komunikasi dan Informatika yang ditujukan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman keberbagai kalangan, sehingga internet dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.

Maraknya kejahatan di dunia maya seperti penyebaran virus (termasuk adware, spyware, malware), berita bohong (hoax), kekerasan online, penipuan, pencurian data, penyebaran foto/video pribadi dan sebagainya merupakan bukti nyata bahwa pengguna internet harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya dan antisipasinya agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Demikian kata pengantar dari Ashwin Sasongko, Direktur Aplikasi Telematika, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Seminar  Internet Sehat dan Aman pada tanggal 7 Pebruari 2012 di Hotel Pullman, Jakarta.

Internet sehat adalah semua kegiatan berinternet yang positif tanpa ada niat/maksud atau bahkan implementasi penyalahgunaan seperti, browsing hal-hal yang melanggar ketentuan hukum agama, norma, adat dan akidah, melakukan aktivitas illegal yang merusak milik orang lain, melakukan penipuan dan lain sebagainya.

Internet yang sehat tentu sesuai dengan kaidah netiquette. Ada 10 aturan utama netiquette yang tertuang dalam buku karangan Viginia Shea yaitu :

Rule 1: Remember the Human

Rule 2: Adhere to the same standards of behavior online that you follow in real life

Rule 3: Know where you are in cyberspace

Rule 4: Respect other people’s time and bandwidth

Rule 5: Make yourself look good online

Rule 6: Share expert knowledge

Rule 7: Help keep flame wars under control

Rule 8: Respect other people’s privacy

Rule 9: Don’t abuse your power

Rule 10: Be forgiving of other people’s mistakes

Ini merupakan aturan-aturan dasar yang harus dipahami oleh setiap pengguna internet untuk dapat mewujudkan etika berinternet yang baik.

Akhir-akhir ini layanan internet yang tersedia secara langsung maupun tidak langsung telah berubah fungsi menjadi sarana perusak, baik iman, moral, kepemilikan dan sebagainya. Internet banyak dimanfaatkan oleh hal-hal negatif yang menjadi media untuk menjalankan aksi penipuan yang korbannya kehilangan harta bahkan kehilangan harga diri.

Penyalahgunaan jejaring sosial Facebook misalnya, sebenarnya merupakan sarana yang berfungsi untuk membangun komunikasi antar personal atu komunitas, menjalin komunikasi dengan relasi atau kerabat lama, membangun pertemanan yang dilakukan oleh satu user dan user lainnya yang kemudian dapat saling berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan dan lain-lain.Tetapi beberapa pengguna justru menyalahgunakan fungsi tersebutengan berbagai bentuk penipuan,traficcking, penculikan, prostitusi dan pemerkosaan.

Penyalahgunaan fungsi internet lainnya yang sangat perlu diberi perhatian yaitu maraknya situs-situs porno yang dapat merusak moral bahkan telah merambah kedunia anak. Situs-situs porno ini memang mendapat kecaman dari berbagai pemerhati bahkan pemerintah dibeberapa Negara. Akan tetapi kecaman-kecaman tersebut tidak didukung dengan tindakan nyata untuk mengatasinya seperti pemblokiran akses masuk atau bahkan jika perlu penyelidikan dan penindakan terhadap para penyedia.

Berbagai permasalahan diatas tentu membuat kita berpikir seribu kali bagaimana cara mewujudkan upaya untuk berinternet dengan sehat. Salah satu upaya yang paling penting dalam mewujudkannya adalah kesadaran diri untuk berpegang teguh pada akidah dan moral. Oleh karena itu betapa pentingnya agama bagi umat manusia di dunia ini. Namun tentu dengan peran berbagai pihak baik pemerintah, berbagai pihak penyedia layanan internet, maupun orang tua sangat membantu dalam upaya mewujudkan internet sehat. Dengan adanya sosialisasi berinternet secara sehat yang dicanangkan oleh pemerintah (pemerintah pusat, provinsi dan daerah), akademisi (sekolah, perguruan tinggi dan pengajar), komunitas (relawan TIK, Lembaga Sosial Masyarakat dan lainnya) juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakt tentang pemanfaatan sumber informasi yang baik.

Berikut adalah sepuluh tips berinternet sehat dan aman untuk remaja:

1. Pasang aplikasi pencegah konten yang tidak dikehendaki (anti virus, anti malware, anti spyware, anti spam, anti adware, dll) di komputer.

2.Jangan merespon e-mail dari pengirim yang tidak dikenal (spam) dan jangan membuka link yang diberikannya.

3. Batasi pemberian informasi yang bersifat pribadi (seperti alamat, nomor telepon, data orangtua, dll) melalui internet, baik di akun pribadi atau kepada teman chating.

4. Batasi pemasangan foto atau video pribadi di internet, pastikan foto atau video yang dipasang tidak akan merugikan diri sendiri atau orang lain.

5. Segala sesuatu yang bersifat pribadi lebih baik tidak dipublikasikan di halaman yang bisa di akses umum. Beri porsi komentar yang sewajarnya. Ingat pada siapa kita berkomentar, pada teman, guru, dosen atau orangtua.

6. Jangan terpancing untuk menambah teman sebanyak-banyaknya, di situs pertemanan, dengan cepat dan tidak melakukan penyaringan.

7. Tidak semua informasi yang beredar di internet adalah benar. Lakukan pengecekan ulang dan kenali sumber informasi tersebut.

8. Kenali pengguna yang berpotensi melakukan tindakan asusila, putuskan kontak dengan segera.

9. Jika akan bertemu dengan teman chat, selalu memilih lokasi di tempat umum, mengajak teman, serta menginformasikan rencana tersebut pada orang rumah.

10. jangan mengakses konten ilegal, seperti pornografi, perjudian, rasisme, pelecehan SARA, dll.

referensi:

http://www.ristek.go.id

http://insan.or.id

http://vizology.blogspot.com

http://www.albion.com

16 Apr 2012

Social Network dan Mahasiswa

Author: arsimurti | Filed under: Opini

http://blog.codingwear.com/gambar/pengaruh-globalisasi.jpg

Globalisasi merupakan keterkaitan seluruh bangsa di dunia, baik melalui perdagangan, teknologi, politik, budaya sehingga tidak ada lagi batas-batas suatu negara. Karena tidak ada batas lagi antar negara, sehingga arus informasi dan teknologi bisa masuk dengan mudah. Hal ini bisa tercipta karena adanya teknologi canggih seperti internet, radio, televisi, telepon. Semakin banyak penduduk dunia menggunakan teknologi tersebut semakin banyak informasi yang dapat kita terima atau berikan.

Era globalisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh bangsa dan Negara manapun di dunia ini. Kondisi ini membuat setiap Negara berusaha keras ber inovasi di berbagai bidang untuk tetap menjaga agar tidak tergerus dalam perubahan tersebut. Perubahan mendasar terjadi pada keterbukaan arus informasi khususnya teknologi informasi yang didalamnya mencakup teknologi internet yang saat ini menjadi salah satu kebutuhan pokok hampir 27.1 % atau sekitar 1,832,779,793 penduduk dunia dan hampir 8.7 % atau sekitar 20,000,000 penduduk Indonesia pada tahun 2009. Kondisi ini yang menjadikan internet atau lebih familiar dengan sebutan dunia maya menjadi sebuah matra atau dimensi baru yang harus dijelajahi, dikuasai dan dipertahankan setelah darat, laut, udara dan angkasa luar.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Masyarakat Khususnya Mahasiswa

Dengan adanya globalisasi, sebagai seorang mahasiswa mau tidak mau dituntut untuk selalu mengembangkan potensi yang dimiliki dan untuk mengembangkan potensi yang ada tentu harus mengikuti segala perkembangan zaman. Dalam dunia mahasiswa internet bukanlah hal yang asing lagi, bahkan sistem pendidikan di universitas pun merambah dunia ini. Perkembangan dunia maya yang pesat dengan munculnya berbagai situ jejaring social juga mempengaruhi kehidupan mahasiswa.

Kemunculan Facebook (FB) dan Twitter sebagai media jejaring sosial pun disadari penuh oleh kawula muda, khususnya mahasiswa untuk kemudian dimanfaatkan sebagai media untuk saling bertukar informasi tentang apapun, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan organisasinya. Kemudahan, kecepatan, dan efektivitas penyebaran informasi melalui media ini menjadi alasan utama mengapa hampir seluruh organisasi mahasiswa di kampus  memilih jejaring sosial sebagai media penyebaran informasi.

Efektivitas Penyampaian Informasi

Sifatnya yang worldwide menjadi keunggulan media jejaring sosial dalam penyebaran informasi. Dengan posting di akun FB atau Twitter, seluruh anggota organisasi yang memiliki akun serupa akan dapat mengakses informasi tersebut. Misalkan posting informasi rapat rutin, agenda pertemuan, maupun kegiatan non rutin seperti jalan-jalan bareng Ormawa dikampus umumnya memiliki group FB dan akun Official Twitter yang dikelola oleh pengurus organisasi. Namun yang perlu ditekankan adalah efektivitas penyampaian informasi melalui media jejaring sosial hanya akan terasa pada anggota organisasi yang rutin melakukan akses ke akun tersebut.

Media Diskusi

Group FB bisa menjadi wadah untuk melakukan diskusi antarpengurus organisasi. Perlu diketahui, sifat group di FB bisa disetting untuk bersifat Open maupun Close. Umumnya group bersifat close digunakan bagi pengurus sebagai media untuk berdiskusi mengenai kegiatan maupun evaluasi terkait organisasi mereka. Dengan media diskusi virtual seperti ini maka akan tercipta efisiensi waktu. Pengurus tidak perlu melakukan tatap muka jika terjadi hal-hal yang sifatnya urgent atau mendadak yang mengharuskan mereka melakukan rapat. Mereka dapat membahas hal tersebut hanya dengan akses ke group dan diskusi pun bisa terlaksana.

Sarana Interaksi Antaranggota Organisasi

Tak dapat dipungkiri, keberadaan FB dan Twitter dapat membuat anggota organisasi saling mengenal satu sama lain. Apalagi jika mereka berbeda jurusan atau lokasi kampus, seperti IM Telkom yang saat ini masih terpisah Gerlong – Dakol. Dengan join di group FB atau follow official Twitter organisasi yang bersangkutan, maka anggota organisasi dapat mengetahui siapa-siapa saja anggota lain melalui member di group FB maupun follower Twitter. Interaksi melalui media jejaring sosial memungkinkan mereka untuk saling mengenal dan akrab walaupun jarang bertatap muka karena terpisah jarak.

Pendekatan Personal kepada Anggota Baru

Bagi organisasi, regenerasi adalah hal penting. Setiap ada mahasiswa baru di kampus, setiap itu pula ormawa berkesempatan untuk mendapatkan anggota. Umumnya anggota baru masih enggan untuk bertanya secara langsung kepada seniornya, entah karena alasan segan atau merasa belum akrab. Solusi dari hal tersebut tersedia dengan adanya media jejaring sosial. Misalnya, melalui akun Twitter ormawa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan anggota baru terkait organisasi maupun hal akademis. Para senior pun dapat berinteraksi dengan juniornya sehingga perlahan akan tercipta emotional bounding di antara mereka yang berdampak positif bagi kelangsungan ormawa.

Dengan beberapa peranan jejaring sosial di atas, maka tak perlu heran jika komunikasi via jejaring sosial lebih gencar dilakukan akhir-akhir ini. Semua orang memerlukan informasi dan sebagai mahasiswa di kampus dengan core “telecommunication” , pemanfaatan teknologi ICT seharusnya mampu kita tingkatkan untuk efektivitas kegiatan dan efisiensi waktu.


Social Network yang Membudaya Dikalangan Mahasiswa

Siapa yang tak kenal facebook dan twitter, merupakan jejaring sosial, di mana tumbuh masyarakat-masyarakat dunia maya. Mereka, termasuk kita bisa berinteraksi sosial tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang dimaksud. Dikalangan mahasiswa khususnya mahasiswa UGM juga mengikuti perkembangan dunia maya ini.Fecebook (FB) dan twitter merupakan makanan sehari-hari mahasiswa.

(gambar-mahasiswa UGM yang dituntut berteman dengan dunia maya dalam mengerjakan tugas)

Bahkan menurut cuplikan artikel yang saya ambil dari yahoo, jejaring sosial sudah menjadi candu tersendiri.

“Ghiboo.com – Melawan keinginan untuk tidak memeriksa situs jejaring sosial agar lebih update ternyata lebih sulit daripada menolak minum minuman beralkohol dan merokok, demikian hasil penelitian terbaru.

Temuan ini didasari pada survei yang dilakukan oleh peneliti dari University of Chicago Booth School of Business di Amerika terhadap 250 orang. Peneliti memberi peserta sebuah software untuk memasukkan 8.000 laporan tentang keinginan sehari-hari para peserta.

Peneliti menemukan tidur dan seks adalah dua hal yang paling diinginkan setiap orang sepanjang hari. Namun, hasil penelitian yang akan dipublikasikan dalam Psychological Science Journal ini menunjukkan hampir sebagian besar partisipan mengungkapkan mengecek situs jejaring sosial merupakan hal yang paling sulit untuk ditolak.

Sebagai perbandingan, peneliti menemukan keinginan akan minuman alkohol dan rokok jauh lebih rendah dibandingkan mengecek Twitter dan Facebook. Padahal keduanya merupakan jenis kecanduan yang paling populer.

Penelitian yang dipimpin oleh Wilhelm Hofmann ini mengatakan tuntutan kehidupan modern membuat banyak orang sulit untuk mengontrol diri.

Semakin partisipan menahan diri untuk tidak memeriksa timeline atau menulis status update di jejaring sosial, maka akan semakin memperbesar keinginan mereka untuk mengaksesnya.

“Seiring berjalannya waktu, keinginan dan kontrol diri seseorang menjadi rendah, sehingga upaya untuk menahan godaan agar tidak membuka situs jejaring sosial lebih mungkin gagal,” ungkap Hoffmann, seperti dilansir melalui Telegraph, Kamis (2/2)”.

Nettique

Tahukah kamu bahwa di dunia internet ini juga dikenal etika dalam berinternet? Ya, nettiquette merupakan gabungan kata network dan etiquette, ini merupakan kode sosial pada komunikasi jaringan. Netiquette juga bisa diartikan sebagai kode sosial dan moral dalam berinternet yang didasari oleh kondisi manusia dan Golden Rule of Netiquette. Arti dari netiquette yang lain yaitu filosofi mengenai komunikasi internet efektif yang berisi norma-norma sebagai petunjuk mengenai standar dalam berinternet.

Tetapi di dalam berinternet Netiquette merupakan sesuatu yang penting dan mahasiswa harus tahu. Karena di dalam social network di dalamnya terdapat data yang kita bagi, kepada siapa, dan bagaimana kita membagi data tersebut. Data-data tersbeut mencakup teks, suara, grafik, dan video. Sebaiknya, kita membagi data-data penting yang kita miliki kepada orang yang memiliki sikap yang baik. Menjauh dari orang yang tidak memiliki etika dalam berinternet itu oenting untuk mencegah kita dari kekerasan dalam berinternet.

Peraturan umum dalam berinternet (netiquette) yang penting untuk kita ketahui yaitu:

  1. Spell check. Pastikan bahwa kata-kata yang kamu tulis sudah benar dan sudah kamu baca ulang. Karena penulisan yang salah dapat menurunkan kredibilitas dari pesan yang disampaikan.
  2. Jangan menulis semua kalimat dengan huruf kapital. Hal ini dapat menyebabkan orang menganggap kamu bicara sembari berteriak.
  3. Jujur! Kejujuran memberikan pengalaman yang baik.
  4. Jadilah dirimu sendiri. Lakukan hal yang akan kamu lakukan di dunia nyata.
  5. Jangan mudah terbakar atau merespon pada sumber pertengkaran.
  6. Jangan menyampah (spamming) karena dapat menyebabkan munculnya virus.
  7. Jadilah konserfatif dalam email yang kamu kirim dan liberal dalam email yang kamu terima.
  8. Sebaiknya tidak mengirim email di malam hari. Tidak semua orang masih bangun di waktu malam.
  9. Kunjungi situs dengan Transport Layer Security (TSL) dan Secure Socket Layer (SSL).
  10. Bijaksanalah dalam membagi informasi secara online demi kepentingan privasi pribadi dan pekerjaan.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi anda dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dan tentunya diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menggunakan internet khususnya jejaring sosial.

referensi :

http://networketiquette.net/

http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/06/05/indonesia-tak-siap-perang-cyber/

http://blog.codingwear.com/bacaan-51-Pengaruh-Globalisasi-Terhadap-Bangsa-dan-Negara-Indonesia.html

http://howthehellshouldiknow-wallyworld.blogspot.com

13 Apr 2012

Kejujuran dan Kebohongan

Author: arsimurti | Filed under: Opini

Bohong identik dengan sesuatu yang jelek, tidak baik dan tidak bagus, karena mengatakan sesuatu tidak sesuai dengan kebenarannya. Siapa yang suka dibohongi?  Tentu jawabannya tidak ada.  Kita pasti menginginkan semua orang berkata jujur kepada kita, memberitahu hal yang sebenarnya, walaupun kadang kita tidak menyukai kebenaran itu.  Namun, apabila ditanya pernahkah kita berbohong, mungkin hampir semua orang akan menjawab pernah, dengan kadar dan alasan yang berbeda-beda. Ada orang yang memang biasa berbohong, tidak mengerti atau tidak peduli bahwa hal itu tidak baik dan merugikan orang lain, bahkan sengaja melakukannya untuk mengambil keuntungan dari orang lain.  Ada orang yang hanya sekali-sekali saja berbohong, biasanya dengan alasan yang dilakukannya hanya kebohongan kecil atau dia berbohong untuk alasan yang baik.  Seringkali, kita menganggap remeh berbohong, apalagi ketika kita menganggap kalau kebohongan kita itu hanya kecil saja, tidak merugikan orang lain, bahkan ditujukan untuk kebaikan. Disini saya bukannya tidak pernah berbohong tetapi saya berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kebohongan itu sendiri.

Secara keseluruhan, saya berbohong demi kebaikan, memang tidak ada pembenaran didalamnya karena berbohong tetaplah berbohong. Berbohong sendiri mempunyai manfaat misalnya untuk melindungi kepentingan, melindungi dari rasa malu sehingga tidak terlihat buruk, melindungi dari rasa terluka, melindungi dari kekhawatiran, melindungi privasi, mendapatkan apa yang diinginkan dan sebagainya. Beberapa waktu yang lalu saya terpaksa berbohong kepada teman saya bahwa kondisi saya baik-baik saja padahal yang saya rasakan sedang tidak baik. Pada waktu itu saya tidak ingin membuat dia khawatir, bingung harus berbuat apa, dan bagaimana menanganinya sehingga saya memutuskan untuk berbohong. Kebohongan ini saya lakukan saat seseorang ingin mengetahui lebih dalam tentang apa yang saya lakukan dan rasakan tetapi pada saat itu alam bawah sadar memerintahkan untuk tidak memperbolehkan seseorang untuk ikut campur dengan masalah pribadi tersebut.

Saat saya mengetahui bahwa seseorang telah berbohong kepada saya tentu kecewalah yang pertama kali saya rasakan. Kalian yang pernah dibohongi pasti tahu rasanya dikecewakan dan kalian yang pernah membohongi pun tahu kalau kebohongan yang tidak kuat akan terbongkar dan malah akan menelurkan rasa ketidakpercayaan terhadap pihak yang telah membohongi. Entah sampai kapan rasa kecewa itu akan hilang, pasti akan hilang (rasa kecewa), tapi tidak akan dilupakan. Dalam menanggapi saat saya tahu bahwa dia berbohong kepada saya sangat tergantung dengan kondisi psychology saat itu. Jika lebih mengedepankan egois maka kemarahanlah yang akan muncul namun jika kita dapat berfikir jernih dan tidak mementingkan emosi maka kita akan lebih bersabar dan berusaha untuk mengetahui dan menerima apa alasan mengapa dia berbohong kepada kita. Ada saat dimana kita tahu bahwa dia berbohong tetapi kita lebih memutuskan untuk diam dan membiarkannya. Bohong memang tidak disenangi oleh banyak orang, bahkan dihujat oleh Tuhan. Sebaliknya, jujur adalah suatu hal yg disenangi banyak orang, dan sangat diharapkan oleh Tuhan. Tetapi bohong kadang perlu kita lakukan demi kondusifnya suasana, demi untuk kebaikan semuanya, dan jujur tidak harus selalu kita pakai pada moment-moment tertentu, artinya melihat situasi kondisi yang ada.

13 Apr 2012

Aksesibilitas Kearsipan

Author: arsimurti | Filed under: Kearsipan

Bagaimanakah aksesibilitas arsip berdasar Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ?

Mengacu pada pasal 28F UUD 1945 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. Termasuk hak untuk mencari, memperoleh memiliki dan menyimpan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang ada. Dengan dasar dan pertimbangan tersebut pemerintah menerbitkan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mengatur lebih dalam tentang keterbukaan informasi dan transparansi penyelenggaraan negara yang penjelasannya terdapat dalam pasal (4) dimana masyarakat berhak untuk memperoleh, mengetahui, melihat, menghadiri, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pasal 6 dan 7 disebutkan hak dan kewajiban badan publik dalam menerima permintaan informasi yang diajukan oleh masyarakat pengguna informasi. Badan publik mempunyai hak untuk menolak memberikan informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, informasi publik yang tidak dapat diberikan adalah :
a.    informasi yang dapat membahayakan negara.
b.    informasi yang berkaitan dengan kepentingan perlindungan usaha dari persaingan usaha yang tidak sehat.
c.    informasi yang berkaitan dengan hak pribadi.
d.    informasi yang berkaitan dengan rahasia jabatan.
e.    informasi yang diminta belum dikuasai atau belum didokumentasikan.

Akses arsip adalah ketersediaan arsip sebagai hasil dari kewenangan hukum dan otorisasi legal serta keberadaan sarana bantu untuk mempermudah penemuan dan pemanfaatan arsip. Aksesibilitas dalam kearsipan berarti perbandingan kemudahan dalam memberikan jumlah permintaan layanan kearsipan dan ketidakberhasilan dalam memenuhi permintaan layanan kearsipan dalam suatu sistem pengelolaan kearsipan. Dalam Aksesibilitas ini, jenis arsip sangat diperhatikan, yaitu arsip terbuka untuk umum dan arsip yang tidak terbuka untuk umum.

Menurut Pasal 59 ayat (1) dan (2) pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009, pengelolaan arsip statis dilaksanakan untuk menjamin keselamatan arsip sebagai pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada pasal 64 ayat (2) dijelaskan bahwa akses arsip statis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk kepentingan  pemanfaatan, pendayagunaan, dan pelayanan publik dengan memperhatikan prinsip keutuhan, keamanan, dan keselamatan arsip. Akses arsip statis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) didasarkan pada sifat keterbukaan dan ketertutupan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam pasal 65 ayat (1) dan (2) dijelaskan bahwa, arsip statis pada dasarnya terbuka untuk umum. Apabila akses terhadap arsip statis yang berasal dari pencipta arsip terdapat persyaratan tertentu, akses dilakukan sesuai dengan persyaratan dari pencipta arsip yang memiliki arsip tersebut. Pada pasal 66 ayat (2) arsip statis dapat dinyatakan tertutup apabila memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun Tahun 2008 yang mengatur tentang jenis informasi publik yang dikecualikan yaitu:
1.    Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum;
2.    Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat;
3.    Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara;
4.    Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengungkapkan kekayaan alam Indonesia;
5.    Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik, dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional;
6.    Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik, dapat merugikan kepentingan hubungan luar negeri;
7.    Informasi Publik yang apabila dibuka dapat mengungkapkan isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang;
8.    Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengungkap rahasia pribadi;
9.    memorandum atau surat-surat antar Badan Publik atau intra Badan Publik, yang menurut sifatnya dirahasiakan kecuali atas putusan Komisi Informasi atau pengadilan;
10.    Informasi yang tidak boleh diungkapkan berdasarkan Undang-Undang.

Oleh karena itu aksesibilitas harus memperhatikan: peraturan perundangan yang berlaku, tingkat kerahasiaan arsip, perlindungan terhadap privasi individu pada batasan yang dibuat, pencipta arsip tersebut, ketersediaan sarana penemuan kembali arsip tersebut (sarana dan prasarana yang mendukung), kondisi fisik arsip, dan tingkat keamanan arsip tersebut.

Referensi:

  • Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
  • Undang-Undang Nomor 14 Tahun Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
5 Apr 2012

Jogja berhiaskan Halo Matahari

Author: arsimurti | Filed under: Catatan Harian

Sebagai seorang mahasiswi, tugas sudah menjadi makanan sehari-hari. Semangat perjuangan untuk melakoni peran sebagai makhluk ciptaanNya serta merta mengiringi langkah saya. Di sini saya dengan seorang  teman menyempatkan berkunjung ke Prambanan dalam rangka mencari narasumber yang bisa membantu kami dalam mengumpulkan data yang berkaitan dengan “Arsip Keluarga”. Dengan berbekal seadanya layaknya wartawan gadungan, kami siap menempuh salah satu dari sejuta tugas yang dibebankan kepada kami sebagai seorang mahasiswa. Tugas kali ini sebagai salah satu syarat di mana seorang mahasiswa bisa dikatakan “sah” dalam menempuh mid semester yang sedang santer-santernya di blow up (menurut saya).

Selama perjalanan-karena membonceng alias nebeng-saya bisa dengan mudahnya memandangi pemandangan sekitar kota Jogjakarta dan mata saya secara tak sengaja memandang ke arah langit, dan..wow…subhanallah..tampaklah gambar ini..

ada lagi nih..

Nb: gambar acak adut maklum cuma dengan HP ala kadarnya 😀

Inilah yang disebut Halo Matahari. Apa sih Halo Matahari itu?

Halo, dalam bahasa dan tulisan Latin ἅλως, juga disebut sebagai nimbus atau gloriole. Merupakan fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Di alam biasanya kita lihat saat bulan purnama atau saat matahari terang di siang hari.

Fenomena tersebut terjadi akibat refleksi dan refraksi cahaya matahari/bulan oleh kristal-kristal es yang terdapat di awan cirrus, awan yang terletak di tingkatan atmosfer yang disebut troposfer, sekitar 5-10 km dari permukaan bumi.

Halo adalah fenomena optikal berupa lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya Matahari atau Bulan. Fenomena Halo adalah lingkaran seperti pelangi yang mengelilingi matahari. Halo adalah fenomena yang lebih sering terjadi di langit.

Pada umumnya halo melibatkan putaran radius 22° halo dan sundogs (Parhelia). Dalam gambar diatas, menunjukan matahari di kelilingi oleh 22° halo dan dilambungi (sisi) oleh sundogs. Parhelic circle adalah biasan cahaya kristal yang melepasi sundogs dan mengelilinginya. Kadangkala ia melapisi keseluruhan ruang langit dalam latitut yang sama dengan matahari. Pembinaan tangen ketinggian dan rendah (Upper Tangent arc and Lower Tangent arc) menyentuh secara terus dengan 22° halo sama ada di atas atau dibawah matahari. Pembuatan Lengkungan (Circumzenithal arc) akan terjadi di atas kristal tersebut.

Radius 22° gerhana matahari tidak kelihatan. Ia seperti helaian yang berlapis-lapis atau habuk pada permukaan awan cirrus yang nipis. Awan ini sejuk dan mengandung kristal es walaupun pada iklim yang sangat panas.

Gerhana matahari sangat besar, selalu mempunyai diameter yang sama dalam posisinya di langit. Kadang-kadang hanya sebagian saja yang muncul. Semakin kecil cincin cahaya yang terbias muncul mengelilingi matahari atau bulan, dihasilkan oleh corona dari lebih banyak tetesan air daripada dibiaskan oleh kristal es, hal ini bukan berarti menunjukkan bahwa hujan akan turun.

Saat awan cirus hanya merefleksikan dan merefraksikan cahaya matahari, biasanya halo yang terbentuk hanya cincin yang tak berwarna. Namun jika pada sudut yang tepat, bisa terjadi juga dispersi sehingga cincin yang terjadi juga berwarna seperti halnya pelangi. Contoh refraksi yang sederhana adalah saat anda melihat sedotan dalam gelas berisi air terlihat patah, atau permukaan dasar kolam yang terlihat menjadi lebih dekat ke permukaan daripada yang sebenarnya.

Refleksi yang terjadi saat cahaya melewati titik air, es atau kristal yang transparan hanya terjadi pada sudut tertentu saja. Sudut ini ditentukan oleh index refraksi medium tersebut. Contoh sederhana saat kita melihat akuarium pada sudut tertentu kaca akuarium yang tembus pandang tiba-tiba menjadi cermin, memantulkan bayangan isi akuarium.

sumber : http://wahanapress.net (2010/06/12)

oh..ternyata seperti itu..subhanallah beruntung sekali bisa melihat fenomena alam seperti ini, Kamis 5 April 2012 pukul 11.00 wib 🙂